Rabu, 28 Mei 2014

up date jelong-jelong penghilang penat ;) 23-24 Mei 2014 Puncak Merbabu

jelong-jelong penghilang penat sekarang kita munccak ke Merbabu 3145 Mdpl. seru banget deh pokoknya, walaupun pulang-pulang di terpa badai hati yang kurang enak di terima. namanya juga teman orang banyak ya memang bikin kontroversi dkit tentang kegiatan kita. tapi gak nyesel kok. Yuk mari sekarang tinggal cerita disini sepuas-puasnya tantang perjalanan ke Mt Merbabu yang amat berkesan. 

ini adalah perjalanan  Muncak yang keduaku setelah sebelumnya muncak ke Mt Sondoro di Temanggung. ntar ceritanya agak loncat2 gak papa mama yaaaaa ;)

 ini posisi di puncak merbabu sob, bersama Lisa (Palembang) dan Bela (Padang Sibusuk). puncak Merbabu sekitar pukul 06.30 WIB. kita dari berbagai macam daerah tapi disatukan dalam satu keluarga tak berbapak dan tak beribu yaitu di KSR PMI Unit UNY. 


 kalau ini lebih waw lagi. ini tu kita satu rombongan foto bareng di Puncak Merbabu. kita berangkat ber8 ( anak KSR yang atu temenku itu,, cewe satu yang pake jilbab putih. temen kost juga temen kelas yang suka petualang bareng) hehehehheee

 yang ini adalah akhir dari perjalanan. setelah menempuh malam yang dingin untuk berjuag samapai uncak. akhirnya sabtu siang sekitar pukul 13.00 kita satu rombingan sampai di gerbang keberangkatan awal. betapa bangga nya kita kepada diri sendiri dan teman seperjuangan kita. dan ternyata kita bisa naik dan turun dengan selamat menyusuri Mt Merbabu serta menikmati indah dan takjubnya sebagian sisi dari Dunia yang merupakan ciptaan-Nya. SUBHANALLAH 

 yang ini adalah cewe-cewe perkasa. dari kiri ke Kanan ada Ami (banjarnegara, Devi ( Purbalingga Jateng), Bella (Padang SumBar), dan Lisa (Palembang Sumsel). pokoknya sempetin foto yang cewe aja di puncak Merbabu. hahahaaaa

 sandiwara belaka. menikmati tegaknya Merapi dari puncak Merbabu. begitu tegak dan kokoh walu sempat membuat gelisah dengan batuknya yang tak diinginkan oleh warga penghuni lereng kakinya....

 kalau ini si kayaknya pura-pura jaan pulang yang gak sadar kamera.... tapi jaman sekarang, mana ada si rekereasi tapi gak sadar kamere. kameranya yang ngumpet2 aja pasi ketauan kokkkkkkkkkkkkkkkk. gak jadi deh foto tak sadar kamera hiks hiks hiks

 yang ini kita ada di basecamp hari Jumat 24 Mei 2014 pukul 18.00 di desa terakhir menuju jalur pendakian Merbabu di kecaatan seo Boyolali. dari kiri ke kanan ada Bowo sang ketua (Magelang) Bela, Irawan (pulau Lompok NTB), aku tentunnya, dan lisa yanng selalu cantik wallau uda susah payah naik gunung.

 makan malam dan minum yang anget2 dolooo setelah melewati perjalanan panjang higga akhirnya pukul 00.00 kita memutuskan untukngecamp sebelum sampai di puncak Sabana 1. gak papa deh, jangan di paksakan biar selamat.

 jangan lupa narsissss.......... walaupun dingn tapi foto dulu biar anget. ini pas pada kedinginan setelah ada yang mendirikan tenda  dom ( walau bongkar pasang gak jelas, karena ternyata baru ketauan kalau ketuanya anak alam amatiran) hahaha 

 ini potret sekitar pukul 04.00 menuju puncak Merbabu dari tempat kita ngecamp. hmmm unntung gak bawa barang bawaan. bussyeeeet nanjaknya ngeri bingittt

 keliatan kan kalo sedang capek,,, aku si kuat mung pelan-pelan aja. gak bisa cepet-cepet jadi biasanya jalan paling akhir deh dari kelompok :D

 setelah berusaha unutuk mengarungi perbukitan PHP menuju puncaj Merbabu akhirnya dapet sunrise masih dijalan deh. foto dulu dengan beckground Merapi yang kokoh

 kalo capek ya istirahat dulu, gak lupa poto bentar deh biar ada gambar sedang menikmati bukit sabana menuju puncak Merbabu, ting ting ting.

 bahagia banget bisa sampe di Merbabu. udah nyiapain tulisan,, jadi poto duluuuu jadi anak alay. untung aja gak yang i luv mama

 ada di puncak Triangulasi Merbabu. belakang sana ada gunung kembar Sindoro Sumbing ;)

 ini bersama Ami, tema kelas, kita foto berdua dengan dalih bisa di pamerin ke teman kelas yang pada suka naik gunung. heheheee

 hahahaaaa... gak lupa selfi dulu di puncak Merbabu
 hahaaaa alay bingit...


 biar jelas kalau uda pernah muncak Merbabu dengan jaket kebanggan di organisii KSR tercintaa

fto ini gak bakal kelupaan deh. posisi pas tururn dari puncak dan kita gak sadar kalau semalam kita naik lewt sini yang terjalnya minta ampun. al hasil nyangkut deh di pohon di tengah2 bukit. Asyik deh pokoknya ;)

ini tendaaaaaaaa kita.. setelah pulang muncak kita istirahat dulu di tempat kita ngecamp

hari Sabtu Siang setelah muncak makan dulu untuk persiapan turun biar ada tenaga yang kuat dan menyenangkan



terimakasih yang sudah baca curhatan ini. semoga menginspirasi teman-teman semua untuk mau menikmati alam ciptaanya serta dapat menambah man taqwa kepada Tuhan sebagai pemilik alam semesta ini. dan akhirnya sudah sampai diujung perjalanan pada Jumat 23 Mei pukul 15.00 sampai dengan Sabtu 24 Mei pukul 16.30 WIB telah selesai menempuh perjalanan dari berangkat sampai finish ke Puncak Merbabuu dengan selamat dan membawa kebahagiaan. 



Thx God :* :*

Jumat, 16 Mei 2014

nyerong lagi....

hay hay... 
malam ini datang lgi nih, curhat-curhat disini gak papa ya..
untuk kesekian kalinya aku nyerong dengan drama korea. harusnya si ngerjain skripsi ku. nyicil-nyicil dikit kan lumayan biar bisa cepet ujian terus lulu. tapi karena keadaan sudah bosan jadinya inget deh drama Personal Taste yang dalam sedang proses dionton. padahal si tu drama udah lama tayangnya, berhubung baru kenal-kenal akhir ini makanya bar bisa nonton. ini aja gak punya episodenya yang full, jadi harus curi2 nonton di youtube deh. tapi asyiiik kok....
aku ada cerita nih,,, gara2 drama kore ini aku yang seharusnya ngerjain lampiran skripsi yang mau du konsul ke pembimbing tapi malamnya malah nglembur nonton drama ini. :p ah payah banget nih. walaupun aku sendiri sudah menyadari kalu ini mengganggu kelancaran pembuatan skripsi tapi tetp aja dicari-cari. ampyuuuuuuun deh.. 



aku mau cerita lagi nih sob,,
bulaan depan kedua ortuku uangtahun untuk tahun yang kesekian kalinya lhoooo. ada deh umurnya tapi mereka tetep awet muda dan semangat untuk bisa bersama-sama dan mendampingi kami sebagai keluarganya. nah untuk buat mereka bahagia dia usia mereka yang kesekian kalinya itu pengen deh aku bikin mereka sedikit banggga dan lega dengan cara memberikan kabar kalu aku sudah pasti bisa lulus dan diwisuda bulan AGustus atau September.  dan sekarang aku sedang mengusahakannya. mohon doa sahabat-sahabt semua ya...
saat aku menulis ini, tau gak sih kalo aku udah di jogja hampir empat bulan gak pulang... coba piye perasaan mu? rumah yang masih terjangkau aja masih gak bisa pulang, ya ini lh tuntutan. tapi dengan aku gak pulang paling tidak aku masih bisa ketemu mamah dan dika waktu mereka berunjung ke jogja bulan Maret. dan yang lebih menyedihkan lagi adalah hari minggu kemarin mamahku liburan ke jogja lagi dan saya tidak bisa menemui atau membersamainya akrena tuntutan juga, (maklum sedang tugas calon rleawan) hmmm tapi itu cukup membuat aku bededeg sepanjang hari, rasane pengen tak cabik-cabik orang-orang yang ketawa-ketiwi gak bisa merasaakn kesedihan orang lain. ini lain cerita lagi gak papa ya. mereka2 yang dengan mudah memudhkan tugasnya tanpa memikirkan ada orang yang sedang bekerja keras dan mengorbankan semuanya untuk itu tapi mereka dengan mudah meninggalkan, jan rasane miris nangis DARAH ;(


balas dendam ku setelah ersusah payah ii, saya mau berusaha keras untuk cepet ujiann d menyalip mereka yang gak ada simpatinya. saya mau membuktikan, INYONG BE TEYENG tanpa curhat maring kok. :p


 pokoke ulang tahune mamah bapa bulan Juni arep kado kelulusan ku dg gelar S1 dan jadi sukses. Love You My Family :*

Rabu, 14 Mei 2014

syair malam ini

hujan rintik terasa riuh di telinga
berbisik menerjemahkan alam hari ini
terasa sejuk di malam hari
tik tik tik
mengingatkanku pada hari itu
aku yang sedang berbaring dalam balut kasih sayang
aku hanya bisa memeluk untuk membalas
namun, berbeda
berbeda dengan sosok yang bekerja keras
memberikan contoh untuk kekuatan dalam hidup
rintik hujan malam ini bagakan bisikanmu
bskan untuk tetap memberkan suara disaat malam tiba
memberikan kesejukan pada malam yang gersang
memberkan kelembaban pada tanah yang kering

ini adalah hujan rntikmu yang Kau anugrahkan untuk kami,
sepert yang dia katakan,
"Mensyukuri dulu apa yg ada, yg belum ada di cicil dengan usaha dan do'a yg mengalir . Insya Alloh, Alloh meridhoi dan bisa mengabulkan . "

Minggu, 30 Maret 2014

analisis Puisi

ANALISIS PUISI
MENGGUNAKAN TEORI SOSIOLOGI SASTRA
Disusun untuk memenuhi tugas akhir semester ganjil
Mata kuliah: Puisi
Dosen pengampu: Kusmarwanti, M. Pd., M.A.
Uny.JPG

Disusun oleh :
DEVI ARTATI
10201244039
Kelas N




PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011/2012

        I.            Pendahuluan
Karya sastra merupakan salah satu media bagi para sastrawan untuk mengungkapkan pandangan mereka terhadap apa yang terjadi di masyarakat. Dapat dikatakan juga bahwa karya sastra itu sendiri berobjek pada realita, yaitu adanya karya sastra berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia nyata. Hal itu dapat terlihat dari berbagai karya sastra yang mengandung berbagai macam aspek di dalamnya seperti aspek politik, sosial, agama, budaya, cinta, kebahagiaan, potret kehidupan, dan lain-lain.
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa suatu karya sastra merupakan penggambaran dari relita di dunia. Maka cocok sekali jika dalam menganalisis suatu karya dengan pendekatan atau teori sosiologi sastra. Ketika membedah karya sastra dengan toeri sosiologi sastra maka akan diketahui tujuan dari diciptakannya karya sastra tersebut.  Grebstein (1968) mengungkapkan bahwa pengungkapan atas karya sastra hanya mungkin dapat dilakukan secara lebih lengkap apabila karya sastra itu tidak dipisahkan dari lingkungan, kebudayaan atau peradaban yang menghasilkannya. Dia mengatakan juga bahwa karya sastra adalah hasil pengaruh yang rumit dari faktor-faktor kultural. Hal itu berarti dalam memahami sebuah karya sastra perlu menghubungkan dengan faktor-faktor sosio-budaya. Hubungan tersebut akan tampak pada unsur-unsur pembangun karya sastra tersebut misalnya ungkapan, diksi, simbol dan yang lainnya yang ada pada karya sastra itu sendiri.
      II.            Kajian Teori
Kajian puisi ini akan mengkaji puisi dengan teori sosiologi sastra, yaitu memahami puisi dalam hubungannnya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatan. Teori sosiologi sastra merupakan pengembangan dari teori mimetik dalam mengkaji suatu karya sastra. Teori tersebut dilatarbelakangi oleh fakta bahwa keberadaan karya sastra tidak terlepas dari realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Sosiologi sastra terdiri dari kata sosiologi dan sastra. Sosiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata sos yang berarti bersama, bersatu, kawan,  teman dan logia atau logos yang berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Sedangkan kata sastra berakar dari kata dari bahasa sansekerta yang berarti mengarahkan, mengajarkan, memberi petunjuk dan intruksi. Akhiran tra memiliki arti alat atau sarana. Sebagai salah satu teori dalam kritik dan kajian sastra, sosiologi sastra dapat mengacu pada cara memahami dan menilai sastra yang mempertimbangkan hal-hal yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan namanya, teori sosiologi sastra merupakan perpaduan antara ilmu sastra dengan ilmu sosiologi. Oleh karena itu, agar bisa memahami suatu karya sastra dengan menggunakan teori sosiologi sastra maka harus menguasai ilmu sastra dan ilmu sosiologi. Selain itu juga harus menguasai hal-hal yang terjadi di masyarakat.
Sosiologi sastra menurut Wallek dan Warren (1990) diklasifilkasikan menjadi tiga tipe, yaitu sosiologi pengarang, sosiologi karya, dan sosiologi pembaca dan dampak sosial karya sastra. Dalam sosiologi pengarang ditelaah latar belakang sosial, status sosial pengarang, dan ideologi pengarang di luar karya sastra. Dalam sosiologi karya ditelaah isi karya sastra, tujuan serta hal-hal yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial. Sedangkan dalam sosiologi pembaca dan dampak sosial karya sastra ditelaah sejauh mana sastra ditentukan atau tergantung dari latar sosial, perubahan dan perkembangan sosial.
Dalam perkembangan selanjutnya teori sosiologi sastra memiliki berbagai varian, yang masing-masing memiliki kerangka teori dan metode sendiri. Dalam hal ini Junus (1986) membedakan sejumlah teori sosiologi sastra ke dalam beberapa macam, yaitu:
a)      sosiologi sastra yang mengkaji karya sastra sebagai dokumen sosialbudaya;
b)      sosiologi sastra yang mengkaji penghasilan dan pemasaran karya sastra;
c)      sosiologi sastra yang mengkaji penerimaan masyarakat terhadap karya sastra seorang penulis tertentu dan apa sebabnya;
d)      sosiologi sastra yang mengkaji pengaruh sosial budaya terhadap penciptaan karya sastra;
e)      sosiologi sastra yang mengkaji mekanisme universal seni, termasuk karya sastra;
f)       strukturalisme genetik yang dikembangkan oleh Lucien Goldman dari Perancis.

    III.            Pembahasan
Mengkaji karya sastra dengan teori sosiologi sastra ini akan diterapkan pada mengkaji puisi yang pertama  berjudul “Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Penjajahan Baru, Kata Si Toni” karya Taufik Ismail. Dalam mengkaji puisi tersebut menggunakan teori sosiologi sastra sehingga harus ditelaah dengan tiga sudut pandang. Sudut pandang tersebut meliputi sudut pandang sosiologi pengarangnya, sosiologi karya, serta sosiologi pembaca dan dampak sosial karya sastra tersebut.
Mengkaji puisi “Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Penjajahan Baru, Kata Si Toni” dari segi pengarangnya yaitu Taufik Ismail. Dalam hal ini dalam mengkaji dari segi pengarangnya maka pemaknaan puisi itu dikaitkan dengan latar belakang perjalanan hidup Taufik Ismail.
Secara umum makna dari puisi “Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Penjajahan Baru, Kata Si Toni” adalah kekecewaan masyarakat Indonesia pada masa pemerintahan orde baru periode yang terakhir (sekitar Tahun 1990-1998 an). Kekecewaan tersebut lebih pada kegagalan pemerintah dalam bidang ekonomi. Kaitannya dengan sastrawan Taufik Ismail yaitu bahwa dia sendiri adalah warga Negara Indonesia yang turut serta merasakan dan mengamati fenomena pemerintahan pada masa orde baru. Taufik Ismail saat itu aktif diberbagai organisasi di Indonesia sehingga dia banyak tahu tentang silsilah pemerintahan. Sebagai pengarang puisi, Taufik kerap kali membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di luar maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang bersejarah di Indonesia Taufik selalu tampil dengan membacakan puisi-puisinya, seperti jatuhnya rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan peristiwa Pengeboman Bali.
Mengkaji puisi “Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Penjajahan Baru, Kata Si Toni” dari segi karya sastra itu sendiri. Dalam hal ini makna dalam puisi itu dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang ada di masyarakat.


Pemknaan puisi tersebut dapat dilihat pada kutipan puisi berikut ini.

Jadi sangat tergantung pada budaya
Meminjam uang ke mancanegara
Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni
Lubang itu, alamak, kok makin besar jadi
Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi                                   
Kutipan puisi tersebut mengungkapan bahwa Negara Indonesia yang memiliki banyak hutang kepada negara lain. Hutang-hutang tersebut tidak kunjung dilunasi tapi malah semakin hari semakin banyak. Kemudian jangka waktunya melibatkan generasi bangsa selanjutnya yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang hal tersebut. Dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2008:686) mengungkapkan bahwa pada saat itu Indonesia memiliki jumlah hutang jangka pendek yang besar, karena banyak hutang masuk ke dalam Indonesia yang biasanya dalam bentuk dolar Amerika, sehingga membengkak karena mengikuti pergerakan mata uang rupiah yang tidak bagus. Hutang jangka pendek ini berkisar US$ 30-40 miliar pada tahun 1997. Sedangkan sistem perbankan masih belum tertata dengan baik. Indonesia sedang mengalami kekeringan sehingga sektor pendapatan dari segi pertanian berkurang.
Pada bait ke dua menggambarkan pada waktu keterpurukan Indonesia yang mempunyai banyak hutang. Untuk melunasi hutang-hutang tersebut bangsa indonesia bekerja keras dengan memanfaatkan berbagai macam yang dimiliki alam Indonesia. Namun kehidupan sebagian orang-orang penting yang berkecimpung dalam pemerintahan Indonesiajustru hidup bermewah-mewahan tanpa memikirkan keadaan negara yang saat itu sedang terpuruk. Makna seperti ini dapat diperoleh melalui kutipan puisi bait ke dua berikut ini.

Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi bangsa pengemis               
Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
           
Realita yang digambarkan dalam puisi tersebut yaitu berdasarkan buku Sejarah Indonesia Modern (2008:684) menyatakan bahwa beredarnya kabar Indonesia akan merakit mobil nasionalnya sendiri di dalam negeri, yang mensyaratkan adanya pembebasan pajak. Presiden menyerahkan kontrak tersebut kepada Tommy Soeharto bekerja sama dengan pabrik Kia di Korea. Namun hal terungkap yang nyatanya usaha bersama tersebut adalah bukan membuat mobil nasional namun mobil tersbut menjadi mobil pribadi. Tommy mengatakan bahwa ia akan mengirimkan orang Indonesia untuk bekerja di pabrik Kia di Korea. Sehingga akan tepatlah mobil itu sebagai mobil nasional. Yang semakin absurd adalah mobil baru tersebut diberi nama Timor. Presiden Soeharto menyetujui mengimport 45.000 mobil Timor pada tahun pertama. Negara yang berada dalam situasi banyak hutang pemerintah masih juga bersenang-senang dengan hidup mewah sedangkan di sisi lain mereka mengabaikan masyarakatnya sendiri hidupnya belum sejahtera karena kebijakan mereka dari pemerintah.
Mengkaji puisi dari respon pembaca. Kali ini dikaitkan dengan tanggapan pembaca terhadap puisi “Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Penjajahan Baru, Kata Si Toni” karya Taufik Ismail sangat diminati untuk dibaca para penikmat sastra.Puisi ini merupakan karya sastra sebagai media kritik kepada pemerintah, selain itu salah satu manfaatnya juga sebagai media untuk mengabadikan peristiwa sejarah bangsa Indonesia. Ketika generasi muda yang tidak tahu fenomena pemerintahan sejarah pada masa orde baru maka jika membaca puisi ini akan merasa penasaran dengan makna dari puisi ini. Sehingga pembaca menjadi tahu tentang sejarah pemerintahan dari Negara Indonesia melalui puisi karya Taufik Ismail ini.
Selanjutnya mengkaji puisi yang keduadengan teori sosiologi sastra.Puisi berjudul “Monolog Seorang Veteran Yang Tercecer Dari Arsip Negara” buah karya Ahmadun Yosi Hervanda. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan puisi yang pertama. Puisinya adalah sebagai berikut.
MONOLOG SEORANG VETERAN
YANG TERCECER DARI ARSIP NEGARA
Oleh Ahmadun Yosi Hervanda

Bendera-bendera berkibar di udara
Dan, orang-orang berteriak “telah bebes negeri kita”
Tapi aku tertatih sendiri
Di bawah patung kemerdekaanyang letih
Dan tersuruk di bawah mimpi reformasi

Kau pasti tak mengenaliku lagi
Seperti dulu, ketika tubuhku terkapar penuh luka
Di stasiun jatinegara, setelah sebutir peluru
Menghajarku dalam penyerbuan itu
Dan negeri yang kacau mengubur
Sejarah dalam gundukan debu

Setengah abad lewat kita melangkah
Di tanah merdeka, sejak Soekarno-Hatta
Mengumumkan kebebasan negeri kita
Lantas kalian dirikan partai-partai
Juga kursi-kursi kekuasaan di atasnya
Gedung-gedung berjulanga
Hotel-hotel berbintang, took-toko swalayan
Jalan-jalan layang, mengembang bersama
Korupsi, kolusi, monopoli, manipulasi,
Yang membengkakkan perutmu sendiri
Sdang kemiskinan dan kebodohan
Tetap merebak di mana-mana
Dan, aku pun masih prajurit tanpa nama
Tanpa tanda jasa, tanpa seragam veteran
Tanpa kursi jabatan, tanpa gaji bulanan
Tanpa tanah peternakan, tanpa rekening siluman
Tanpa istri simpanan

Meskipun begitu, aku sedih juga
Mendengarmu makin terjerat hutang
Dan keinginan IMF yang makin menggencat
Kebijakn Negara.
Karena itu, maaf, saat engkau
menyapaku, “Merdeka!”
Dengan rasa sembilu
Aku masih menjawab, “Belum!”

Jakarta, 1998-2008

Maksud dari puisi ini adalah kritik terhadap pemerintah di masa paska orde baru yaitu masa pemerintahan presiden Soeharto. Pada masa pemerintahan Soeharto, pembangunan dalam negeri sangat pesat dan pejabat yang duduk di pemerintahan hidup bermewah-mewah menikmati hasil korupsi. Sementara itu, nasib rakyat kecil terabaikan termasuk mereka yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Banyak sekali pejuang veteran yang miris nasibnya. Alih-alih mendapatkan kesejahteraan, identitas mereka saja pemerintah bahkan tidak menghiraukan. Meski jumlah mereka banyak, pemerintah seolah menutup mata atas keberadaan mereka. Pemerintah hanya menikmati negara yang sudah merdeka tapi tidak memikirkan bagaimana perjuangan para veteran dalam memperjuangkan Negara Indonesia menuju kemerdekaan.
Ketika kemerdekaan sudah berlangsung lama dan pembangunan negara berlangsung para pemerintah sibuk dengan kepentingan kenegaraansaja. Namun mereka justru hanya mementingan keuntungan diri mereka sendiri. Orang-orang penting dalam pemerintahan melakukan KKN di berbagai Institusi sedangkan rakyat mereka yang harusnya diperjuangkan kesejahteraan justru terbengkalai. Termasuk para pejuang veteran bangsa Indonesia. Mereka turut dilalaikan oleh pemerintah. Hal seperti itu pun kadang masih terlihat sampai saat ini.
Keadaan negara sendiri pada saat orde baru sempat dalam situasi yang genting. Negara mempunyai banyak hutang kepada IMF dan Negara lain. Keadaan penduduk Indonesia yang masih di bawah taraf kesejahteraan. Hal itu menggambarkan bahwa kemerdekaan Indonesia hanyalah sebatas status namun pada kenyataan dalam kehidupan para penduduknya sungguh belum merdeka.Itulah yang diungkapkan Ahmadun Yosi Hervanda melalui puisinya ini. Para veteran sebagai saksi berjalannya kepemerintahan negara Indonesia.
Ahamdun Yosi Hervanda merupakan satrawan yang aktif dalam penulisan di berbagai media masa. Selain menulis karya sastra yang dimuat diberbagai media masa, dia juga menulis karya sastra maupun esai dengan mengambil tema kritik sosial. Seperti karyanya ini merupakan salah satu kritik sosial. Penuangan idenya dalam puisinya “Monolog Seorang Veteran Yang Tercecer Dari Arsip Negara”karena terinspirasi dari pengamatannya pada lingkungan sekitar. Saat terjadinya carut marut dalam kepemerintahan orde baru dan setelahnya Ahamdun Yosi Hervanda sedang tinggal di Jakarta karena bekerja di sana.
            Penerapan teori sosiologi sastra pada puisi ini berkaitan dengan makna dan peristiwa yang tejadi di Negara Indonesia saat menuju peralihan revormasi. Pembangunan negara sangat pesat terjadi pada masa orde baru. Sedangkan Indonesia yang memiliki banyak hutang juga terjadi pada orde baru tahun 90an seperti yang diungkapkan pada oleh sejarahwan M.C. Ricklefs pada bukunya “Sejarah Indonesia Modern 1200-2008” (2008:659-692).
            Penerapan teori sosiologi sastra pada puisi ini adalah bagaimana pengaruhnya bagi para pembaca. Puisi ini merupakan sebagai kritik terhadap pemerintah agar lebih memperhatikan masyarakat Indonesia dan para veteran yang telah memperjuangkan Indonesia. Selain itu puisi ini sebagai pewaris sejarah Negara Indonesia kepada genarsi yang akan datang.








    IV.            Penutup
            Pada hakikatnya kedua puisi yang berjudul “Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Penjajahan Baru, Kata Si Toni” karya Taufik Ismail dan puisi “Monolog Seorang Veteran Yang Tercecer Dari Arsip Negara” buah karya Ahmadun Yosi Hervanda satu sama lainmemiliki tujuan untuk mengkritik pemerintahan Indonesia dimasa orde baru dan setelahnya. Ketika kedua piusi dikaji dengan teori sosiologi sastra maka keduanya mengungkapan tentang sejarah kepemerintahan di Negara Indonesia.Berbagi macam penyimpangan terjadi dimasa pemerintahan tersebut. Mulai dari tindak korupsi kolusi dan nepoisme yang dilakukan oleh para petinggi negara. Sedangkan penduduk negara yang harusnya diperhatikan kesejahteraannya justru diabaikan. Kemerdekaan yang disandang oleh Negara Indonesia seakan-akan hanyalah topeng belaka.
            Mengkaji puisi karya Taufik Ismail dan Ahmadun Yosi Hervanda dengan teori sosiologi sastra  itu sama saja menghubungkan pemakanaan puisi tersebut dengan kehidupan sosial yang terjadi dimasyarakat sekitar. Berdasarkan teori tersebut maka puisi-puisi yang dikaji merupakan penggambaran peristiwa yang terjadi pada masa orde baru. Hal itu berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan seperti yang telah dijabarkan dalam pembahasan.










    V.            Daftar pustaka
Ricklefs, M. C. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.
Wiyatmi. 2009. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Anonim. 2011. Sosiologi Sastra Sebagai Pendekatan, kajiansastra.blogspot.com.Diunduh pada 29 Desember 2011
Anonim. 2012. Biografi Taufik Ismail, “www.kolom-biografi.blogspot.com”. Diunduh pada 5 Januari 2012.

Anonim. 2012. Biografi Ahmadun Yosi Hervanda, “id.wikipedia.org”. Diunduh pada 5 Januari 2012.

biar gak melulu tulisan

ini persiapan berangkat muncak ke Sindoro
dari packing ulang dan berdoa lanjut  cus menyusuri jalan setapak di bawah rintikan hujan di kaki gn Sindoro

Kalau ini sinambi nunggu waktu Jumatan untuk para Cowok kita photo-photo dulu buat mengabadikan momen langka di terminal magelang :)

nah yang ini sambil berjuang menuruni gn Sindoro poto dulu deh sama gn Sumbing yang keren abis dihadapan kita :) pokoknya keren

yang ini kita sedang packing setelah semalam kita ngekem di post 3 gn Sindoro :) brrrrrr dinginnya buuuu pelukan doloo dech ;)

hampir sampai puncak ketemu sama pak Park Sung Ju dari Korea :) gak nyangka kalo bakal ketemu Touris asing juga di Gn Sindoro

kalau ini tepat di samping Kawah Gn Sindoro :) pokoknya keren deh dengan perjuangan selama 1 malam dan setengah hari untuk menuju kesini

karena udah di puncak jadi kita photo bareng dulu bersama teman-teman seperjuangan tapi sedihnya gak semua teman yang berangkat dari kaki Gn Sindoro bisa sampai di puncak jadi kurang Puas dech

nah yang ini mah masih di Post 1 jadi masih agak keliatan ada cahaya menjelang malam hari
disini kita nunggu teman baru kita yang di panggil sururi
pokoknya di pos ini masih semangat bingit :)

yang ini kita sedang ada di halte Trans Jogja ketika menuju terminal Jombor 
masih seger-seger kan

ini adalah pengalaman muncak gunung yang pertama buat aku pada saat semester 7 bulan November 2013 dan rasanya nano nano dan nana nina tapi jadi pengen lagi dan mudah-mudahan ada kesempatan Lain hari

cerita lama :(

RISKI PALSU
Cerita saya yang satu ini sangat menjengkelkan bagi saya. Saat itu saya masih duduk dikelas 10. Saya baru masuk semester dua kelas 10. Waktu sekolah SMA, saya sudah jauh dari orang tua. Saya tinggal di rumah kos bersama 4 teman saya. Kami sangat akrab sekali. Kami kerap sekali berbagi cerita baik suka maupun duka.
Saat itu saya sudah punya pacar. Pacar saya lebih tua dua tahun dari saya. Namun, waktu itu kami ada masalah sehingga kami pun harus menyudahi status pacaran kami. Setelah kejadian itu saya dikerjain oleh teman saya yang hingga saat ini belum saya ketahui. Saya di ajak smsan oleh seorang cowok. Dia mengaku bernama Riski. Dia mengetahui banyak hal tentang saya. Namun, saya merasa tidak mengenal Dia. Teman saya tidak ada yang bernama Riski. Kemudian saya tanyakan tentang Riski kepada setiap orang yang kira-kira mengetahuinya. Saya juga menanyakan kepada semua teman saya yang saya curigai. Hasilnya pun nihil. Tidak seorang pun dapat memberikan informasi tentang Riski kepada saya.
Sekian lama kami terus berhubungan lewat telepon dan sms-an. Saat itu hari senin 4 september 2007 saya pulang sekolah ke kost bersama teman-teman saya. Mereka menanyakan tentang kabar putusnya saya dengan pacar saya. Cerita demi cerita saya ceritakan semua. Kemudian datanglah sebuah sms dari Riski. Dia mengajak saya ketemuan. Pada awalanya saya tidak mau. Namun semua teman saya menghasut saya untuk tetap mau bertemu dengan si Riski terebut. Dengan hati yang berat kami berlima berjalan menuju tempat janjian kami yaitu di depan sebuah rumah makan. Dari kejauhan kami tidak mengira bahwa seseorang yang memakai  baju putih serta mengenakan tas kecil mengotak-atik hape sambil berjalan. Ternyata orang tersebutlah yang mengaku sebagai Riski. Saya dan ke empat teman saya sangat syok. Setelah kami bertemu kami semua bersalaman Dia sudah tampak berumur jauh lebih tua dari saya dan menggelikan. Dengan kepercayaan dirinya dia bercerita berbagai macam hal kepada saya dan ke empat teman saya. Tapi saya hanya bisa diam dan membisu melihat sosok Riski yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Selama mereka berbincang-bincang menanyakan berbagai hal, selama itu juga saya hanya menunduk menyesali pertemuan itu. Saya hanya ingin segera pergi meninggalkan keadaan itu. Namun teman-teman saya masih  mengajukan berbagi macam pertanyaan berkaitan dengan Riski tersebut. Hingga akhirnya saya memutuskan mengajak teman-teman saya semua untuk pulang dengan alasan akan mengerjakan tugas. Sepanjang perjalanan pulang saya hanya ditertawakan oleh ke empat teman saya. Saya terdiam merenungi  semuanya. Saya hanya menggerutu dalam hati kalau betapa buruknya nasib saya saat itu. Saya sangat jengkel pada hari itu. Saya sudah mempunyai firasat untuk tidak mau bertemu dengan si Riski tapi teman-teman saya mendorong untuk tetap bertemu dengan Riski. Hari-hariku berlalu dengan ejekan-ejekan dari  ke empat teman saya. Hingga sampai saat ini pun jika saya bertemu dengan salah satu teman kost saya selalu diingatkan dengan peristiwa itu. Hal itu akan selalu teringat dalam benak saya.
Beberapa hari telah berlalu. Ternyata Riski yang kami temui itu adalah bukan Riski yang sebenarnya. Hal itu saya ketahui dari orang yang mengaku Riski dalam telepon. Tapi orang yang merncanakan semua itu tidak mau berterus terang. Saya yakin Dia adalah orang yang dekat di sekeliling saya. Hingga saat ini saya belum mengetahui siapa yang membohongi saya. Sampai saat ini pun sebenarnya saya masih penasaran tapi tidak mau bertemu dengan Riski palsu itu lagi. Saya hanya ingin mengetahi siapa yang telah merekayasa semua itu untuk membohongi saya. Tapi saat ini saya berusaha untuk melupakan semua itu supaya saya bisa menjalani hidup saya dengan tenang dan tidak dibayang-bayangi dengan pembohong tersebut.

ada lagi lhooo

CINTA YANG BERBUAH MANIS

Sarah tak tahu harus kemana dia akan pergi. Semua orang yang dekat dengan dia tidak mendukung apa yang dia inginkan. Mereka tak berani untuk memebantah apa yang menjadi keputusan ayahnya. Namun kejadian itu adalah masalalunya yang kelam. Kini dia telah hidup bahagia bersama suaminya tercinta. Dia bertekad untuk melupakan masalalunya  dengan orang tua yang telah membesarkannya.
Sarah adalah nama sapaannya sehari-hari. Parasnya cantik dan menawan. Dia seorang wanita yang pintar dan selalu bersemangat menjalani hidup. Dia hidup dalam lingkungan keluarga yang berkecukupan. Ayahnya adalah salah satu pemimpin perusahaan di Kalimantan. Rumahnya mewah dan setiap pagi ketika berangkat sekolah selalu diantar dengan mobil yang mewah pula. Kadang kala saat dia mendapati saya berjalan menuju sekolah dia selalu menghampiri saya. Yang saya kagumi dari dia yaitu sifatnya yang rendah hati kepada semua orang. Sarah tak pernah membeda-bedakan teman-atemannya dalam bergaul.
Dalam kelurganya Sarah adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kedua saudaranya adalah laki-laki. Sarah sangat dekat sekali dengan ibunya. Dia sering kali berbagi cerita kepada ibunnya baik tentang teman-temanya, sekolahnya, maupun kisah asmaranya. Saat itu tak terasa kita berdua harus berpisah karena kelulusan kami dari sekolah menengah  atas. Sarah harus melanjutkan sekolahya di Universitas ternama di Yogyakarta. Selain kuliah dia juga aktif dalam berorganisasi di kampusnya. Karena watak sifatnya yang memang sudah baik, saya percaya kalau dia bisa diterima dilingkungannya dengan mudah. Di Jogja dia mendapat banyak teman. Di kampus selain terkenal karena keramahanya, dia juga terkenal sebagai sosok yang piawai dalam berorganisasi. Di kelaspun dia aktif dan kerap sekali membantu teman-temanya dalam memehami materi yang diberikan oleh dosen.
Seiring berjalannya waktu, ada seorang mahasiswa yang diamdiam menaruh hati pada sarah. Leleki itu bernama Ardi. Dia adalah rekan sarah dalam berorganisasi di kampus. Mereka suka berdiskusi bersama, makan, jalan-jalan baik hanya berdua maupun bersama teman-teman yang lain. Hingga disuatu hari, Ardi menyadari bahwa dia menyukai Sarah lebih dari sebagai teman. Ardi pun menyatakan cintanya saat mereka bersama rombongan jalan-jalan ke pantai. Di sana Ardi memberanikan diri mengutarakan isi hatinya di depan teman-teman mereka semua. Sarah tak menyangka Ardi akan begitu berani, menyatakan cintanya dihadapan orang banyak. Pada saat itu juga Sarah menerima cintanya dan semua ikut bersorak menandakan teman-teman Sarah dan Ardi mendukung hubungan mereka berdua.
Tahun kedua telah terlewati. Kuliah dan asmara mereka berdua berjalan dengan lancar tanpa harus mengganggu satu sama lain. Walaupun sarah hidup jauh dari keluarga dia tetap bisa hidup mandiri. Sarah pun tak lupa menceritakan tentang apapun yang terjadi padanya kepada ibunya. Namun untuk kisah asmaranya sarah hanya bercerita kepada ibunya. Baik sarah maupun ibunya belum berani untuk mencerikannya kepada ayahnya. Hal itu karena sifat ayahnya yang keras dan pasti tidak mengijinkan sarah untuk menjalin hubungan dengan orang sembarangan. Ayah sarah menginginkan sarah untuk berhubungan dengan orang yang terpandang dan kaya. Sedangkan Ardi hanyalah orang biasa namun dia memiliki kelebihan tersendiri yang dapat menarik hati Sarah.
Waktu berjalan begitu cepat. Sarah dan Ardi akan segera lulus dari perkuliahan. Mereka sudah saling mengikat janji untuk selalu memegang kepercayaan masing-masing walaupun mereka akan jauh secara fisik. Setelah lulus sarah akan bekerja di Kalimantan dan hidup bersama keluarganya. Sedangkan Ardi tetap bekerja di Jogja bersama keluarganya pula. Setelah satu tahun berlalu, mereka masih tetap bertahan dengan hubungan mereka. Mereka hanya berkomunikasi melalui media elektronik saja. Sampai saat itu pun Sarah masih belum berani berterus terang  tentang Ardi kepada ayahnya. Hingga suatu hari ayahnya memutuskan agar Sarah bertunangan dengan  anak dari rekan kerjannya. Sarah menolak keinginan ayahnya. Sarah berusaha untuk menceritakan tentang Ardi, namun ayahnya tak mau mendengarkan apa yang dikatakan Sarah. Ayahnya mengangap antara Sarah dan Ardi itu akan sangat sulit terlaksana karena keadaan Ardi yang biasa-biasa saja. Apalagi mereka hidup berjauhan di pulau yang berbeda. Sarah dan ibunya sudah berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan ayahnya. Namun hasilnya tetap sama apalagi kakak pertamanya juga mendukung apa yang di katakan ayahnya.
Sarah tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya murung dan mengurung diri dalam kamar memikirkan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Dia hanya menangis dihadapan ibunya dan Ardi lewat telepon. Tanpa diketehui oleh siapapun, Sarah memutuskan untuk meninggalakan rumah dan pergi ke Jogja untuk bertemu dengan Ardi. Sarah pergi meninggalkan sepucuk surat yang berisi ketidak setujuan yang ayahnya putuskan untuk dia. Surat itu dibaca ibunya dengan isak tangis yang penuh kekahwatiran seorang ibu kepada anak permpuannya.
Sesampainya di Jogja Sarah pergi ke rumah sahabatnya yang bernama  Nani. Nani tak menyangka akan kedatangan Sarah secara mendadak. Sarah menceritakan semua yang terjadi pada dirinya selama ini. Suasana pun menjadi hening dan haru karena Sarah bercerita dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir dari matanya.  Sarah meminta Nani untuk menghubungi Ardi dan memintanya untuk menemui Sarah. Ardi tak mengetahui bahwa Sarah sudah ada di Jogja. Setelah mendengar berita dari Nani, Ardi segera menemui Sarah di rumah Nani. Di sana Sarah bercerita panjang lebar tentang kejadian yang menimpanya selama ini. Namun Ardi sebenarnya tidak menyetujui dengan tindakan Sarah yang pergi dari rumah tanpa pamit kepada orang tua. Ardi yakin bahwa hal itu malah justru akan memeperburuk situasi.
Keesokan harinya Ardi memutusakan untuk terbang bersama Sarah ke Kalimantan. Ardi akan berterus terang kepada orang tua Sarah tentang hubungan mereka selama ini. Sesampainya Sarahdi rumah, dia disambut dengan tangisan ibunya. Ibunya sangat mengkhawatirkan keadaan Sarah. Tak lama kemudian Sarah memepertemukan Ardi dengan ayahnya. Keberanian dalam diri Ardi pun dipertebal untuk menegungkapakan ketuluasan cinta Ardi terhadap Sarah. Ayah Sarah hanya mendengarkan saja tanpa berkomentar apapun. Setelah Ardi selesai mengungkapkan semua apa yang yang diinginkan Ardi dan Sarah, ayahnya baru menanggapi dengan mempertimbangkan kembali dengan putrinya apa yang dikatakan Ardi.
Ardi menanti keputusan dari keluarga Sarah di Kalimantan dengan mendiami rumah sewa selama tiga hari. Selama tiga hari Ardi diselimuti dengan perasaan cemas dan penasaran yang akan menjadi keputusan keluarga Sarah. Keluarga Sarah mengundang Ardi untuk datang ke rumahnya. Dia disambut oleh wajah serius dari ayah Sarah. Namun pada akhirnya Ardi dipertemukan dengan Sarah sebagai tanda bahwa  keluarga sarah telah merestui hubungan mereka.

Dikarang oleh : Devi Arta